OPINI

Detail Opini Siswa

KAMI LULUS DI MASA PANDEMI COVID 19

Jumat, 4 April 2025 05:04 WIB
1838 |   -

Tidak terasa masa Pandemi ini sudah hampir setahun lebih, mungkin angka kelulusan hampir seratus persen itupun dikarenakan adanya wabah Covid-19. Dengan ditiadakannya Ujian Nasional ditingkat Sekolah Menengah Kejuruan atau Atas akibat wabah Covid-19, membuat para siswa dan siswi agak ceria.

Namun tentunya setelah Lulus SMK mau ngapain? Apakah Langsung Kerja? Ataukah melanjutkan Kuliah? Apa mungkin bersabar menunggu keadaan sampai pulih? Tentu tidak sedikit kegalauan bagi Lulusan Tahun 2020 apalagi dengan keadaan yang serba pembatasan sosial, mencari kebutuhan sehari-hari saja sulit, apalagi mencari kerja?.

Lalu bagaimana menyikapinya?

Terlebih bermodalkan ijazah SMK , kabarnya penyumbang terbanyak pengangguran adalah lulusan SMK.

Ini sungguh ironis sekali sekolah menengah kejuruan tapi menjadi penyumbang paling banyak pengangguran, antara kebingungan mencari pekerjaan atau sedikitnya lapangan pekerjaan sih Faktornya?

Patut diketahui karena wabah Covid-19 ini tidak sedikit perusahaan yang merumahkan Pekerjaannya bahkan sampai berani memutuskan hubungan kerja.

Dari sinilah semesti nya jangan sampai salah melangkah setelah lulus sekolah, jika masih ada kesanggupan orang tua membiayai kuliah terima saja, sekalipun harus kuliah secara daring atau jarak jauh.

Namun Lain hal jika sudah ada kemandirian dengan jaringan pergaualan selama masa sekolah dan bisa membawa diri ke dunia kerja selagi halal sekalipun kecil upah Kerjanya upayakan jangan pilah-pilih, karena tidak semua dimasa Pandemi seperti ini bisa diterima dengan langsung oleh perusahaan.

Kalaupun mau memulai usaha mulailah dengan segala persiapan, kematangan, serta tidak mudah menyerah dalam membuka usaha.

Disadari tidaknya dunia setelah lulus sekolah menengah itu sangat berbeda jauh, apalagi yg sudah berpikiran tidak mau lagi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kebiasaan diri dimasa sekolah tentu masih melekat itulah yang disebut masa transisi, mungkin akan berbeda rasanya ketika baru punya penghasilan sendiri atas jerih payah keringat.

Butuh kesabaran, ketekunan, kerajinan, serta rasa percaya diri, upayakan tidak mudah terbawa arus hingga terlena akan penghasilan yang telah di dapatkan.

Artinya Jangan salah langkah karena apa?.

Umumnya lulusan SMK itu paling maksimal diterima kerja sampai usia 25 tahun, lewat dari itu kalau tidak yah secara pengalaman pribadi saya tentu sulit.

Sungguh Langka bagi lulusan SMK itu jiwa serta pikirannya mau menata diri dengan jernih.

Menyesal itu jika bisa dikatakan tentu diakhir, Jangan sampai ketika tujuh tahun setelah masa kelulusan masih abu-abu arah hidup.

Menyadari itu semua selagi ada peluang dan kemauan upayakan jangan gampang menyerah, serta Berpikir lah jernih bahwasanya hidup tidak hanya hari ini masih ada esok dan seterusnya.

Secara Pengalaman Pribadi saya jujur saja dari Karyawan PT, OB ,bantu dagang teman, sampai sekarang jadi guru itu banyak lika-liku yang saya lewati tentu juga ada rasa sesal yang tidak sedikit pada masa-masa awal kelulusan SMK saat itu.

Jangan minder juga berusaha lah kalau istilah sekarang baperan, tidak semua lulusan SMK itu bisa dikatakan mengarahkan hidupnya dengan baik.

Sekalipun Pemerintah mengadakan Program pelatihan untuk lulusan SMK kalau diri sendiri berpikir nya negatif,maka tidak menutup kemungkinan akan susah Sendiri nantinya.

Saya sendiri banyak menyaksikan kawan-kawan pada masa itu hanya sedikit yang berpikiran maju untuk menyusun masa depan, uniknya justru tampak jelas kawan-kawan yang notabenenya nakal dimasa sekolah SMK saat itu.

Justru dengan lingkaran pergaulannya yang dimanfaatkan dengan baik bisa menjadi pendorong hingga dapat dikatakan tidak bingung lagi mencari alur perkerjaan, itupun disertai dengan rasa sabar juga mengarahkan dirinya dengan baik dalam lingkup pergaulan.

Begitu beragam kawan-kawan pada masa SMK itu, dari yang rajin sekolah, selalu mendapatkan rangking hingga nakal namun masa depan siapa yang tau?.

Kalau bukan diri sendiri yang menggerakkan serta berusaha dan di iringi doa juga mau melakukan perubahan diri menjadi lebih baik ya siapa lagi?.

Tentu malu dong jika setelah lulus sekolah menengah kejuruan atau atas kebutuhan hidup masih mengandalkan orang tua? .

Yakinkanlah roda kehidupan pasti berputar hanya saja juga jangan terlampau percaya diri banget, semua ada saatnya, dan ada waktunya.

Jika sudah punya penghasilan atas jerih payah alias kerja gunakanlah dengan bijak upayakan tidak salah melangkah, kalau ada kesempatan melanjutkan pendidikan jangan di tunda, karena harus disadari ijazah SMK masih jauh dari harapan untuk dikatakan Bisa SMK BISA SMK HEBAT


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini